23 October 2012

Review: C+M Anti-Perspirant DEO Roll-On (Fresh Flower)



Hi!! It's time for another review...

I never made any review on deodorant before but I think it will be interesting though... So the deodorant that I'm gonna review is C+M Anti Perspirant Deo Roll-On in Fresh Flower Fragrance. C+M is a famous French personal and skin care brand with wide range of whitening, suncare, anti allergy, moisturizing, deodorant and acne treatment products. I've used several of their products such as facial wash, eye mask, and of course deodorant.

20 October 2012

All About Retinoid (Part Three)

Retinoid - Efek Samping dan Pencegahan

Efek samping yang paling umum dari retinoid adalah iritasi. Retinoid mengeksfoliasi kulit dari dalam ke luar dan selama proses ini kulit akan menjadi ekstra sensitif. Kondisi yang sering terlihat adalah kulit terkelupas, muncul kemerahan, flakey (putih-putih dari kulit terkelupas), dan kering. Banyak juga yang mengalami purging jerawat pada penggunaan awal. Meskipun ada beberapa efek samping namun efek samping tersebut dapat diminimalisir.

Efek Samping: Iritasi, Kemerahan, dan Kulit Kering
Retinoid dapat menimbulkan kemerahan pada kulit dan kulit menjadi over sensitif. Efek samping dari retinoid terhadap kulitku sendiri adalah kulit wajah menjadi kemerahan, sangat gatal, dan ada sensasi seperti ditusuk-tusuk pada kulit pada awal penggunaan retinoid. Jerawat yang muncul pada saat purging juga sangat merah dan gatal.

Perlu diperhatikan juga perbedaan antara iritasi dan alergi. Apabila kondisi kulit menghilang atau sembuh setelah penghentian penggunaan retinoid maka kulit dapat dikatan mengalami iritasi, namun apabila kondisi kulit tidak berubah bahkan dalam waktu lama sejak penghentian retinoid maka kulit bisa dikatakan mengalami alergi terhadap retinoid.

Sekarang setelah menggunakan retinoid selama sekitar setahun aku tidak menggunakan retinoid setiap hari namun diselang sekitar 1-2 hari supaya kulit dapat beristirahat.


Selain kemerahan dan sensitifitas pada kulit, efek samping lain yang umum adalah kulit kering. Kulit terasa kasar dan terkelupas meskipun sudah menggunakan pelembab, hal ini akan terus berlangsung sampai kulit beradaptasi dengan retinoid. Pada awal penggunaan kulitku juga mengalami kekeringan yang parah terutama pada bagian U-Zone yang memang sudah kering, dan aku juga mengurangi penggunaan make-up karena memang tidak bisa menempel dengan baik di kulit. Namun pada saat kulit sudah beradaptasi bagian T-Zone yang berminyak menjadi kurang berminyak dan bagian U-Zone yang kering kerontang menjadi lebih lembab.

Solusi:
Cara utama untuk meminimalisir efek samping ini adalah dengan menggunakan retinoid secara perlahan-lahan dan bertahap. Mulai dari dosis yang kecil dan frekuensi yang jarang sampai kulit dapat mentoleransi retinoid. Gunakan secara jarang-jarang (misalnya 1-2 kali seminggu) sampai kulit terbiasa. Mengistirahatkan kulit setelah penggunaan retinoid dan dilanjutkan lagi setelah kulit lebih tenang (tidak merah, terkelupas atau gatal) juga merupakan langkah yang baik.

Efek Samping: Iritasi di Sekitar Mata
Retinoid tidak boleh digunakan di kelopak mata namun dapat digunakan di area di bawah mata. Namun perlu diperhatikan juga area ini adalah area yang lebih sensitif dan lebih tipis dibanding area kulit lain di wajah. Apabila kulit kita lebih sensitif dibanding orang lain sebaiknya area ini dihindari. Aku sendiri menghindari penggunaan retinoid di bagian ini.

Solusi:
Bagi yang memiliki area mata yang sangat sensitif, area ini dapat dilindungi terlebih dahulu dengan menggunakan krim mata atau petroleum jelly. Penggunaan retinoid di sekitar mata dapat membuat kerutan terlihat lebih jelas sebelum mengurangi kerutan tersebut. Pastikan untuk menggunakan retinoid secara perlahan-lahan, istirahatkan kulit terlebih dahulu jika iritasi dirasakan sangat mengganggu, dan jaga kulit agar selalu lembab.

Efek Samping: Breakout dan Purging
Breakout dan purging juga merupakan efek samping yang umum dari retinoid. Purging biasanya muncul dalam bentuk kondisi jerawat pada kulit yang lebih parah daripada yang sudah ada. Misalnya apabila ada pori-pori tersumbat nantinya bisa tumbuh menjadi jerawat. Bila di wajah ada komedo kecil-kecil nantinya bisa tumbuh menjadi semakin besar. Jerawat yang tadinya kecil nantinya menjadi semakin besar.

Perlu diperhatikan juga antara reaksi purging dan reaksi alergi (misalnya berupa kumpulan jerawat kecil dan merah di kulit). Apabila terjadi reaksi alergi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kulit sehubungan dengan kelanjutan perawatan atau penghentian perawatan untuk diganti dengan produk lain.

Solusi:
Bagi yang menggunakan retinoid yang diresepkan oleh dokter biasanya dibarengi dengan antibiotik untuk meminimalisir munculnya breakout atau purging. Gunakan retinoid secara lembut dan perlahan-lahan dan sebaiknya pilih produk wajah yang non-comedogenic.

Efek Samping: Sensitifitas Terhadap Matahari
Retinoid meningkatkan sensitifitas kulit terhadap sinar matahari dan membuat kulit lebih rentan terhadap bahaya sinar UV. Meskipun retinoid dapat membantu memperbaiki kerusakan sinar matahari, apabila kulit tidak dilindungi dari matahari selama penggunaan retinoid justru akan semakin memperparah kerusakan dari sinar matahari.

Solusi:
Saat menggunakan retinoid sebaiknya hindari terkena matahari. Baik saat di luar ruangan maupun di dalam ruangan (sinar UV juga bisa masuk ke dalam ruangan melalui jendela) selalu pastikan untuk menggunakan sunscreen/sunblock.Jangan lupa menambahkan proteksi tambahan dari sinar UV ekstra seperti topi, sunglasses dan payung.

Penggunaan Retinoid dengan Produk Lain
Selama penggunaan retinoid sebaik produk lain yang dapat mengelupas sel-sel kulit mati dihindari. Eksfoliasi secara manual atau kimiawi dapat membuat kulit semakin sensitif dan iritasi karena retinoid sendiri sudah mampu mengeksfoliasi kulit. Namun apabila dirasa retinoid kurang kuat untuk kulit dapat dikombinasi dengan penggunaan AHA atau BHA supaya kulit lebih tereksfoliasi.

Sekali lagi perlu diperhatikan juga kondisi kulit masing-masing karena kulit memiliki jenis yang berbeda-beda.

Retinoid saat Hamil
Yang terakhir adalah retinoid jangan digunakan bagi wanita yang sedang hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan. Seperti produk perawatan kulit yang lain, retinoid diserap ke dalam tubuh melalui kulit. Meskipun belum ada bukti yang konkrit mengenai efek retinoid terhadap perkembangan bayi dan janin, namun lebih baik menempuh jalan yang lebih aman dan tidak menggunakannya sama sekali. It's better to be safe than sorry.




Add me on your list  ^^

https://www.facebook.com/crochetandlipstick https://plus.google.com/u/0/+SekarSaraswati http://instagram.com/crochetandlipstick http://www.pinterest.com/crochetandlips/boards/ https://twitter.com/crochetnlipstik https://www.bloglovin.com/people/crochetandlipstick-2150187

Reposted from my old blog http://hanaiyzm.blogspot.com before it was hack
Repost dari blog http://hanaiyzm.blogspot.com sebelum di hack

19 October 2012

All About Retinoid (Part Two)

Gambar diambil disini
Cara Menggunakan Retinoid yang Baik

Penggunaan retinoid yang baik dapat mengurangi efek iritasi dan purging.

1. Mulai Perlahan-Lahan
Saat baru menggunakan retinoid gunakanlah secara perlahan-lahan, kebanyakan orang langsung memakai produk ini setiap malam dan bangun dengan kulit penuh iritasi. Hal ini juga tentunya terjadi pada diriku... Waktu baru mulai, produk ini aku pakai selama beberapa hari berturut-turut dan dengan suksesnya mengalami purging yang hebat dan iritasi.

Jadi bagi yang baru mulai bereksperimen dengan retinoid terutama untuk yabg memiliki kulit sensitif sebaiknya menggunakan produk ini setiap 2 atau 3 hari sekali lalu setelah kulit mulai beradaptasi bisa ditingkatkan frekuensi penggunaan produknya. Dengan cara ini kulit dapat perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan retinoid dan mengurangi iritasi serta breakout dari penggunaan produk ini. Breakout umumnya lebih sering muncul bagi mereka yang menggunakan retinoid untuk mengatasi jerawat (seperti aku), namun bagi mereka yang udah punya kulit bersih alias flawless dan hanya menggunakan retinoid untuk anti-aging biasanya tidak mengalami breakout.

Kadar retinoid yang dijual bebas ada macam-macam dari 0.025%, 0.05% sampai 0.1% sebaiknya kita memilih kadar retinoid tertinggi yang bisa ditoleransi oleh kulit kita (untuk kulitku 0.05%). Namun apabila baru pertama kali menggunakan retinoid sebaiknya menggunakan kadar terendah dan apabila kulit sudah beradaptasi dan kadar tersebut dirasa kurang baru meningkatkan kadar retinoid.

Lebih tinggi kadar bukan berarti lebih baik, semuanya tergantung jenis kulit. Kadar yang lebih rendah juga sama efektifnya hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bekerja. Sebaiknya pilih kadar yang tidak terlalu menimbulkan iritasi dan kekeringan pada kulit.

2. Gunakan Sesedikit Mungkin
Pada waktu memulai perawatan dengan retinoid aku pikir semakin banyak produk semakin baik. Jangan ditiru!! Hasilnya adalah kulit yang super kering dan iritasi!! Sebaiknya gunakan sesedikit dan setipis mungkin, sebesar biji jagung lah kira-kira (ala EMC).

Seukuran biji jagung mungkin dirasa kurang, namun sebetulnya sudah cukup untuk kulit kita. Aku biasanya mengeluarkan retinoid (aku pakai Krim Vitacid) sebesar biji jagung ke jari telunjuk lalu di dotting ke wajah (apa istilah Indonesianya ya?), kemudian titik-titik krim tersebut diratakan ke seluruh wajah. Proses meratakannya harus agak cepat karena produk ini cepat sekali menyerap ke dalam kulit.

Kalau sebiji jagung dirasa kurang boleh ditambahkan sedikit, namun intinya gunakan sesedikit dan setipis mungkin untuk seluruh wajah. Retinoid juga bisa digunakan untuk mengurangi kerutan di sekitar mata, namun untuk yang memiliki kulit sensitif disekitar mata sebaiknya dihindari. Selain di wajah aku juga menggunakan retinoid di bagian leher namun dengan penggunaan yang sedikit lebih banyak dibanding bagian wajah. 

NOTE: Karena sekarang kulitku sudah beradaptasi dengan retinoid, supaya dapat digunakan setipis mungkin aku langsung menggunakan retinoid pada wajah lembab setelah menggunakan toner. Namun ini tidak disarankan bagi pemula karena akan semakin meningkatkan efek iritasi dari retinoid.

3. Gunakan Hanya Pada Malam Hari
Retinoid meningkatkan sensitifitas terhadap matahari, oleh karena itu sebaiknya digunakan pada malam hari. Selain menggunakan retinoid pada malam hari untuk meminimalisir sesitifitas terhadap matahari gunakan sunscreen/sunblock pada pagi hari untuk lebih memproteksi kulit. Selain itu hindari juga terekspos sinar matahari secara langsung. Meskipun tidak menggunakan retinoid, sinar matahari (sinar UV) langsung memang sebaiknya dihindari karena dapat merusak kulit dan mendorong penuaan dini.

Saat menggunakan retinoid sebaiknya penggunaan produk jerawat dan anti-aging lain dihindari sampai kulit sudah terbiasa dengan retinoid. Bila kulit sudah mengalami iritasi dengan hanya penggunaan retinoid saja bayangkan hasilnya bila dikombinasi dengan penggunaan produk lain. Perawatan dengan menggunakan BHA dan AHA dikatakan dapat membuat efek retinoid semakin keras dan mengiritasi kulit.

Namun apabila kulit sudah terbiasa dan beradaptasi dengan retinoid dan merasakan perlu adanya dorongan ekstra dalam perawatan wajah dapat menggunakan retinoid pada malam hari dan dilanjutkan dengan perawatan lain (misalnya dengan BHA atau AHA) di pagi hari. Cara lainnya adalah penetrasi dari retinoid dapat ditingkatkan dengan menggunakan AHA "sebelum" menggunakan retinoid yang dilanjutkan dengan penggunaan pelembab yang baik untuk menghindari iritasi.

Jangan lupa untuk menggunakan produk secara perlahan-lahan dan satu demi satu sesuai dengan toleransi kulit masing-masing.

4. Gunakan Produk Retinoid Pada Wajah Yang Kering
Retinoid sebaiknya digunakan pada wajah yang benar-benar kering untuk mengurangi iritasi. Saat kita membersihkan wajah dengan air, barrier alami wajah terganggu sehingga apabila kita langsung menggunakan retinoid kemungkinan wajah untuk mengalami iritasi akan lebih besar

5. Tunggu Sampai Retinoid Menyerap Dengan Baik Sebelum Menggunakan Pelembab Atau Produk Lain.
Idealnya retinoid bekerja dengan baik apabila hanya digunakan seutuhnya, namun karena retinoid menimbulkan iritasi dan kekeringan pada kulit hanya menggunakan retinoid terkadang sulit untuk ditoleransi.

Sebaiknya setelah menggunakan retinoid tunggu sekitar 15 menit sampai dengan 1 jam sebelum menggunakan pelembab atau produk lain supaya efek dari retinoid  tidak berkurang.

6. Buffer
Buffer adalah teknik yang digunakan untuk mengurangi efek penetrasi retinoid sehingga dapat mengurangi iritasi. Ada beberapa cara yaitu:
- menggunakan pelembab sebelum menggunakan retinoid
- menggunakan retinoid pada kulit yang bersih dan langsung menggunakan pelembab (tanpa menunggu)
- mencampur retinoid dengan pelembab atau serum dan digunakan pada wajah yang bersih

Metode di atas mengurangi efek dari retinoid karena dapat mengurangi penetrasi dari retinoid ke kulit sehingga lebih mudah ditoleransi oleh kulit. Metode ini bisa digunakan bagi orang-orang yang baru pertama kali menggunakan retinoid untuk beradaptasi sebelum menggunakan retinoid seutuhnya atau bagi orang-orang yang kulitnya sangat sensitif dan tidak bisa jika hanya menggunakan retinoid saja.

7. Gunakan Secara Berkelanjutan
Supaya efek baik dari retinoid dapat dirasakan oleh kulit, produk ini sebaiknya digunakan secara terus-menerus karena apabila berhenti maka manfaat dari anti-aging dan anti-acne produk ini juga akan berhenti. Kulit manusia tentunya akan semakin menua setiap hari jadi penggunaan retinoid bukan berarti menyebabkan kertergantungan, hanya saja kulit kita akan menua sesuai dengan aktifitas kulit masing-masing tanpa ada bantuan produk yang mencegah proses penuaan tersebut.

Namun apabila kondisi kulit yang diinginkan sudah tercapai (i.e. kulit sudah bersih atau kerutan wajah sudah berkurang), penggunaan retinoid bisa disesuaikan hanya untuk menjaga kondisi kulit tersebut. Jadi alih-alih menggunakan retinoid dengan rajin setiap malam, retinoid dapat digunakan setiap 2 atau 3 hari sekali dan kulit kita tetap akan mendapatkan manfaatnya.

8. SABAR!!
Jangan mengharapkan hasil yang INSTAN karena retinoid butuh waktu untuk bekerja dengan baik, biasanya sekitar 10 sampai 12 minggu atau 2 sampai 3 bulan. Kebanyakan orang tidak merasakan hasilnya pada bulan pertama namun perlu diingat bahwa kondisi kulit setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang langsung terlihat namun ada juga yang harus sabar untuk dapat merasakan hasilnya. Kulitku sendiri masuk kategori yang harus sabar karena baru bersih sekitar beberapa minggu. Untuk efek terbaik dari retinoid ini sendiri baru aku rasakan setelah setahun memakai produk ini (jarang jerawatan dan kulit lebih bersih).

Pada minggu-minggu pertama penggunaan retinoid sangat umum bila terjadi breakout, kondisi kulit semakin parah, kulit terkelupas, dan berbagai macam iritasi lainnya. Hal ini juga terjadi pada diriku dimana pada awal-awal penggunaan retinoid jerawat menjadi semakin parah, muncul jerawat dimana-mana, kulit terkelupas, dan mengalami kemerahan kulit. Hal ini tentunya sangat melelahkan secara mental dan fisik karena bentuk wajah memang menjadi agak menyedihkan (aku sampai malu keluar rumah / kamar), namun sangat worth-it kalau perawatan terus dijalankan karena pada akhirnya akan terlihat hasilnya. Apabila digunakan secara teratur dan konsisten hasilnya akan terlihat. Perlu diingatkan lagi bahwa jenis kulit itu berbeda-beda, ada yang cepat terlihat ada juga yang harus lebih sabar. Biasanya hasil akan terlihat setelah 2 atau 3 bulan.

Namun apabila setelah 3 bulan kulit tetap merah, gatal, semakin berjerawat (lebih parah dari sebelum penggunaan retinoid), dan iritasi, sebaiknya penggunaan retinoid di-buffer (No. 6) atau bisa dikonsultasikan dengan dokter kulit karena jenis retinoid yang digunakan mungkin tidak cocok dengan jenis kulit kita.

Saat pertama menggunakan retinoid, sulit untuk mengatakan bahwa produk ini akan terus digunakan atau sebaiknya dihentikan karena kondisi kulit yang berbeda-beda. Ada yang cocok dengan retinoid ada juga yang tidak cocok dikarenakan mungkin mengalami alergi terhadap retinoid. Cara termudah yang mungkin bisa ditempuh adalah apabila pertama kali menggunakan retinoid dan muncul kemerahan dan iritasi keesokan harinya segera hentikan penggunaan retinoid. Apabila beberapa hari kemudian kondisi kulit membaik, ini mungkin menandakan bahwa dosis atau frekuensi penggunaan retinoid sebaiknya dikurangi. Namun apabila kondisi kulit tetap tidak berubah setelah beberapa hari atau bahkan seminggu setelah menghentikan penggunaan mungkin retinoid tidak cocok untuk kulit. Efek samping iritasi dari penggunaan retinoid memang normal, namun iritasi tersebut harus merupakan iritasi yang dapat ditoleransi oleh kulit kita.

Retinoid memang merupakan produk yang hebat, namun produk ini mungkin tidak untuk semua orang. Mengetahui cara menggunakan retinoid yang benar merupakan cara yang terbaik supaya retinoid dapat bekerja secara efektif.

(Untuk melihat post yang pertama bisa klik disini, untuk bagian ketiga bisa klik disini)




Add me on your list  ^^

https://www.facebook.com/crochetandlipstick https://plus.google.com/u/0/+SekarSaraswati http://instagram.com/crochetandlipstick http://www.pinterest.com/crochetandlips/boards/ https://twitter.com/crochetnlipstik https://www.bloglovin.com/people/crochetandlipstick-2150187

Reposted from my old blog http://hanaiyzm.blogspot.com before it was hack
Repost dari blog http://hanaiyzm.blogspot.com sebelum di hack

18 October 2012

All About Retinoid (Part One)

Diambil dari Wikipedia

Retinoid banyak digunakan untuk mengobati jerawat dan mencegah penuaan. Biasanya tersedia melalui over-the-counter dan resep dokter, namun kadar retinoid kuat biasanya membutuhkan persetujuan dokter kulit (atau dokter umum).

Banyak yang bingung dengan banyaknya jenis retinoid yang ada di luar sana dan menemukan bahwa produk ini menimbulkan iritasi bagi kulit mereka. Namun, dengan penggunaan yang tepat, retinoid sebenarnya merupakan produk perawatan kulit yang benar-benar!

Apa itu Retinoid?

Produk retinoid topikal atau oral (ex. Roaccutane) adalah produk kimia yang berkaitan dengan vitamin A yang membantu mengatasi jerawat, anti-penuaan, dan hiper-pigmentasi. Produk yang mengandung retinoid mungkin familiar bagi yang pernah menggunakan produk dengan retinol, asam retinoat, atau tretinoin 

Retinoid membantu dalam normalisasi hyperkeratinization, yang berarti membantu dalam pengelupaskan kulit dari sel kulit mati pada tingkat yang lebih normal sehingga sel-sel kulit mati tidak mengikat dan menyumbat pori-pori. Ini penting karena jika folikel rambut tersumbat akan terjadi keratosis pilaris (benjolan kecil dan putih di kulit seperti kulit ayam). Dan jika saluran minyak tersumbat, akan terjadi jerawat. Keduanya adalah kondisi kulit yang tidak diinginkan.

Selain membantu dalam pengelupasan sel kulit mati, retinoid juga memiliki beberapa efek anti-inflamasi. Namun, efek ini mungkin kurang terasa karena retinoid dapat menimbulkan iritasi saat mulai pertama digunakan. Jadi alih-alih mengurangi peradangan kulit, kebanyakan orang malah menyadari bahwa kulit mereka kering dan muncul breakout awal, ini adalah efek samping yang cukup sadis dari penggunaan retinoid.

Bagaimana retinoid bekerja?

Menurut para peneliti, retinoid bekerja dengan mengikat reseptor asam retinoat spesifik (Retinoic Acid Receptors / RARs) di kulit dan mengaktifkannya. Aktivasi dari reseptor ini menghasilkan produksi kolagen dan / atau pengelupasan sel-sel kulit mati, dll. Reseptor yang berbeda akan melakukan hal yang berbeda ketika diaktifkan. Oleh karena itu, retinoid memperbaiki cara kulit dalam mengelupas dan memperbaharui dirinya sendiri dengan cara mengikat dan mengaktifkan RARs tersebut. Bisa dibilang bahwa retinoid bekerja sebagai komunikator sel yang memberitahu sel kulit untuk berperilaku sebaik mungkin.

Manfaat penggunaan retinoid

Penggunaan retinoid dalam jangka panjang pada dasarnya "merubah" kulit dengan mempengaruhi ekspresi gen dan menyebabkan sel-sel kulit baru untuk terbagi dan berfungsi dengan baik. Bila digunakan secara konsisten, retinoid dapat membersihkan kulit, meratakan skin tone, memperbaiki kerusakan matahari, dan mencegah penuaan dini. Faktor "perubah kulit" ini bersamaan dengan sifat pengelupasan dan anti-inflamasi lainnya membuat retinoid sangat baik untuk perawatan jerawat dan anti-penuaan. Namun bagi mereka yang sudah memiliki kulit bersih dan bebas kerut dapat juga menggunakan retinoid sebagai tindakan pencegahan untuk membantu menjaga kulit muda dan sehat dalam jangka panjang.

Meskipun retinoid merupakan produk yang hebat namun ini bukan produk "ajaib". Meskipun dapat membantu dalam mengurangi penampakan keriput dan menstimulasi produksi kolagen retinoid tidak dapat sepenuhnya menghentikan proses penuaan. Retinoid juga menimbulkan iritasi dan mungkin tidak dapat ditoleransi oleh semua orang.

Retinoid tersedia melalui over-the-counter dan resep dokter. Namun kadar retinoid kuat harus diresepkan oleh dokter kulit atau praktisi medis. Retinol, retinaldehid, dan tretinoin diklasifikasikan sebagai retinoid. 

Retinoid Gel vs. Krim

Produk retinoid biasanya menggunakan formulasi gel atau krim atau keduanya. Mana yang paling baik tergantung dari jenis kulit masing-masing.

Biasanya bagi yang menggunakan retinoid untuk jerawat, gel adalah pilihan yang lebih disukai. Produk gel tidak begitu mengandung pelembab sehingga tidak menyumbat pori-pori, yang sangat berguna bagi mereka dengan kulit yang rawan tersumbat dan padat. Gel juga meningkatkan penetrasi, membuat retinoid lebih kuat dan lebih efektif. Namun produk gel juga cenderung lebih menyebabkan efek samping seperti iritasi dan kekeringan.

Krim mungkin menjadi pilihan yang lebih baik untuk mereka yang memiliki kulit kering dan / atau sensitif. Basis emoliennya membuat produk ini kurang mempenetrasi kulit dibanding gel, dan kurang menimbulkan iritasi. retinoid berbasis krim juga cocok sebagai produk anti-penuaan. Namun kendala dari produk berbasis krim adalah minyak, sehingga dapat juga menimbulkan masalah bagi mereka yang memiliki kulit rewel atau rentan jerawat.

Dalam hal kekuatan, retinoid berbasis gel cenderung lebih kuat daripada krim karena mereka meningkatkan penetrasi ke kulit sedangkan minyak dalam retinoid berbasis krim hanya sedikit bertindak sebagai buffer. Gel berbasis alkohol lebih kuat daripada gel berbasis air, yang lebih kuat daripada retinoid berbasis krim.

Jadi mana yang lebih baik, gel atau krim?

Jawabannya tergantung dari jenis kulit dan kecocokan masing-masing kulit. Kita tidak akan benar-benar tahu sebelum mencobanya. Jika versi gel terlalu kering atau terlalu membuat iritasi sebaiknya beralih ke krim. Jika krim membuat pori-pori tersumbat, mungkin gel lebih baik. Jika krim membuat pori-pori tersumbat, tetapi gel membuat kulit terlalu kering, pelembab yang baik dapat meringankan efek kering dan iritasi tersebut.

Apapun formulasi yang dipilih yang terpenting adalah bagaimana menggunakan retinoid dengan cara yang benar. Aplikasi yang tepat akan membantu mengurangi iritasi dan kemerahan dan memastikan hasil maksimal dari retinoid.

Gel dan krim retinoid keduanya efektif, namun mana yang cocok dengan kulit tergantung dengan apa yang disukai kulit kita.

Will be continue in Part Two...




Add me on your list  ^^

https://www.facebook.com/crochetandlipstick https://plus.google.com/u/0/+SekarSaraswati http://instagram.com/crochetandlipstick http://www.pinterest.com/crochetandlips/boards/ https://twitter.com/crochetnlipstik https://www.bloglovin.com/people/crochetandlipstick-2150187


Reposted from my old blog http://hanaiyzm.blogspot.com before it was hack
Repost dari blog http://hanaiyzm.blogspot.com sebelum di hack
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...